Jakarta, 13 September 2026 – Liverpool gagal meraih poin penuh setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Fulham dalam lanjutan Premier League 2026-2027 di Stadion Anfield, Sabtu 12 September 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri, The Reds sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk membuka keunggulan sepanjang pertandingan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang tidak mampu dikonversi menjadi gol. Victor Munoz menjadi pemain yang paling dekat membawa Liverpool unggul ketika sundulannya pada babak pertama menghantam mistar gawang. Fulham di sisi lain tampil disiplin dan mampu menjaga organisasi pertahanan hingga pertandingan berakhir. Hasil tanpa gol tersebut membuat Liverpool harus puas menambah satu poin dari pertandingan kandangnya.
Liverpool mencoba mengambil inisiatif permainan sejak menit awal dengan membangun serangan melalui penguasaan bola dan pergerakan dari kedua sisi lapangan. Tim asuhan Andoni Iraola berusaha mencari ruang di antara pertahanan Fulham yang bermain cukup rapat. Meski mampu membawa bola hingga mendekati kotak penalti, Liverpool beberapa kali kesulitan menciptakan peluang dengan kualitas penyelesaian yang benar-benar membahayakan. Fulham memilih mempertahankan bentuk permainan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik ketika Liverpool kehilangan bola. Strategi tersebut membuat pertandingan berlangsung cukup ketat karena tim tuan rumah tidak memperoleh banyak ruang terbuka. Fulham bahkan beberapa kali mampu memanfaatkan kesalahan Liverpool untuk membawa bola menuju wilayah pertahanan tuan rumah.
Peluang terbaik Liverpool pada babak pertama datang melalui Victor Munoz yang mendapatkan kesempatan melepaskan sundulan. Bola hasil tandukannya sudah mampu melewati jangkauan penjaga gawang Fulham, tetapi hanya menghantam mistar sehingga skor tetap bertahan 0-0. Kesempatan tersebut menjadi gambaran kesulitan Liverpool dalam menemukan sentuhan terakhir meskipun berhasil menciptakan sejumlah situasi berbahaya. Florian Wirtz juga mendapatkan peluang untuk memberikan ancaman, tetapi pertahanan Fulham mampu mengantisipasinya. Tim tamu tidak sekadar bertahan karena sesekali mereka berusaha menyerang melalui transisi cepat. Hingga turun minum, kedua tim belum mampu menghasilkan gol dan pertandingan tetap berada dalam kondisi seimbang.
Fulham tampil dengan disiplin tinggi untuk membatasi ruang yang biasanya dimanfaatkan pemain depan Liverpool. Calvin Bassey dan rekan-rekannya mampu menjaga Alexander Isak agar tidak mendapatkan banyak kesempatan bersih di sekitar kotak penalti. Jérémy Jacquet juga memberikan kontribusi besar dalam pertahanan dengan melakukan sejumlah intervensi penting ketika Liverpool mulai mendekati area berbahaya. Struktur pertahanan Fulham membuat tuan rumah sering kali harus mengalirkan bola kembali ke sisi lapangan sebelum mencoba membangun serangan berikutnya. Kondisi tersebut memperlambat tempo serangan Liverpool dan memberikan kesempatan kepada pemain Fulham untuk kembali menempati posisi. Disiplin tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat gawang tim tamu tetap tidak kebobolan sepanjang pertandingan.
Memasuki babak kedua, Iraola mencoba meningkatkan intensitas serangan dengan melakukan sejumlah perubahan. Milos Kerkez masuk menggantikan Kostas Tsimikas untuk memberikan dorongan lebih besar dari sisi lapangan. Liverpool kemudian memasukkan Cody Gakpo dan Alexis Mac Allister ketika pertandingan berjalan sekitar satu jam untuk menambah kreativitas serta energi dalam membangun serangan. Perubahan tersebut membuat Liverpool lebih agresif dalam mencari gol pembuka. Mac Allister sempat menciptakan kesempatan yang dapat dimanfaatkan Dominik Szoboszlai, tetapi upaya tersebut masih mampu dihentikan penjaga gawang Fulham. Tim tuan rumah terus mencoba meningkatkan tekanan ketika waktu pertandingan semakin berkurang.
Fulham tetap mampu mempertahankan konsentrasi meskipun tekanan Liverpool semakin besar pada fase akhir pertandingan. Tim tamu tidak membiarkan seluruh pemainnya terlalu dalam karena tetap mencoba memberikan ancaman melalui serangan balik. Pendekatan tersebut membuat Liverpool harus menjaga keseimbangan dan tidak dapat sepenuhnya mengirim seluruh pemain ke depan. Fulham bahkan memiliki sejumlah momen ketika mampu memasuki area pertahanan Liverpool setelah memanfaatkan kesalahan penguasaan bola tuan rumah. Namun, sama seperti Liverpool, tim tamu tidak mampu menyelesaikan kesempatan tersebut menjadi gol. Pertandingan akhirnya lebih banyak ditentukan oleh duel di lini tengah serta kemampuan kedua tim menjaga struktur permainan masing-masing.
Secara statistik, Liverpool sebenarnya menghasilkan peluang yang lebih berkualitas dibandingkan Fulham. The Reds mencatatkan empat peluang besar, tetapi seluruh kesempatan tersebut gagal menghasilkan gol. Liverpool juga membukukan angka expected goals sekitar 1,13 dibandingkan 0,71 milik Fulham. Namun, keunggulan tersebut tidak memberikan arti besar karena penyelesaian akhir menjadi persoalan utama sepanjang pertandingan. Fulham justru mampu menghasilkan delapan sepak pojok dibandingkan lima milik Liverpool dan beberapa kali menciptakan tekanan melalui situasi bola mati. Kedua penjaga gawang juga mampu menjalankan tugas dengan baik ketika menghadapi peluang yang mengarah ke gawang.
Liverpool kembali mendapatkan kesempatan pada masa akhir pertandingan ketika berusaha meningkatkan tekanan untuk mencari gol kemenangan. Alexander Isak memiliki peluang pada masa tambahan waktu, tetapi upayanya belum mampu mengubah kedudukan. Liverpool juga sempat mengajukan klaim penalti pada fase akhir pertandingan, namun wasit tidak memberikan hadiah tendangan dari titik putih. Situasi tersebut membuat rasa frustrasi mulai terlihat karena waktu terus berjalan sementara gol yang dibutuhkan tidak kunjung tercipta. Fulham tetap mempertahankan disiplin hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 0-0 akhirnya menjadi hasil yang harus diterima kedua tim setelah 90 menit pertandingan.
Hasil tersebut memperpanjang awal musim yang belum sepenuhnya meyakinkan bagi Liverpool di Premier League bersama Iraola. The Reds kini mencatat tiga hasil imbang dari empat pertandingan liga yang sudah dimainkan musim ini. Kondisi itu cukup kontras dengan kemenangan yang sebelumnya mereka raih atas Atletico Madrid di kompetisi Eropa. Iraola mengakui timnya tidak menunjukkan kesegaran yang cukup setelah menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Penjaga gawang Alisson Becker juga menilai Liverpool tidak bermain dengan standar yang diharapkan dan perlu memperbaiki mentalitas serta kualitas permainan. Liverpool tetap belum terkalahkan di liga, tetapi terlalu banyak hasil imbang membuat mereka kehilangan kesempatan mengumpulkan poin maksimal.
Bagi Fulham, satu poin dari Anfield memberikan hasil penting setelah menjalani awal musim yang sulit. Tim asuhan Alvaro Arbeloa sebelumnya menelan kekalahan dalam tiga pertandingan liga pertama sehingga hasil imbang melawan Liverpool menjadi poin perdana mereka pada Premier League musim ini. Kemampuan menahan salah satu tim kuat di kandangnya sendiri dapat menjadi modal untuk meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Liverpool sebaliknya harus segera memperbaiki efektivitas serangan karena dominasi dan jumlah peluang tidak akan memberikan keuntungan apabila tidak diikuti penyelesaian akhir yang baik. The Reds selanjutnya dijadwalkan menghadapi Bournemouth pada 20 September 2026. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Liverpool untuk kembali ke jalur kemenangan sekaligus memperbaiki konsistensi pada awal musim Premier League.





