Jakarta, 12 September 2026 – Polda Metro Jaya menyiapkan skema kepulangan suporter secara bertahap setelah pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pengaturan dilakukan untuk mencegah penumpukan massa dalam jumlah besar pada waktu bersamaan sekaligus menjaga keamanan di kawasan stadion dan jalur transportasi. Ribuan penonton diperkirakan meninggalkan kompleks GBK setelah pertandingan berakhir sehingga pergerakan mereka membutuhkan pengawasan dan rekayasa yang terkoordinasi. Petugas akan mengarahkan suporter keluar melalui akses yang telah ditentukan sesuai situasi di lapangan. Pengaturan juga dilakukan terhadap kendaraan pribadi, bus rombongan, dan moda transportasi umum yang digunakan penonton. Polisi meminta seluruh suporter mengikuti instruksi petugas agar proses kepulangan berlangsung aman dan tertib.
Skema kepulangan menjadi bagian penting dari pengamanan karena periode setelah pertandingan memiliki tingkat kerawanan tersendiri. Ribuan orang yang bergerak keluar secara bersamaan dapat menyebabkan kepadatan di pintu stadion, area parkir, trotoar, maupun jalan raya sekitar Senayan. Kondisi tersebut berpotensi semakin kompleks apabila kendaraan langsung bergerak meninggalkan lokasi pada waktu yang sama. Karena itu, polisi akan menyesuaikan waktu pembukaan akses berdasarkan kepadatan di masing-masing titik. Personel ditempatkan pada jalur keluar untuk mengarahkan pergerakan penonton dan mencegah terjadinya dorong-dorongan. Suporter diminta tidak terburu-buru meninggalkan stadion apabila petugas masih melakukan pengaturan.
Pengamanan pertandingan Persija melawan Persib mendapatkan perhatian khusus karena rivalitas panjang kedua klub. Pertandingan dengan jumlah penonton besar membutuhkan pola pengamanan berbeda dibandingkan laga reguler dengan tingkat kehadiran lebih rendah. Aparat melakukan pemetaan terhadap berbagai titik yang dianggap membutuhkan pengawasan, mulai dari akses menuju GBK, pintu masuk stadion, tribune, hingga kawasan parkir. Pengamanan juga berlanjut setelah pertandingan selesai karena suporter akan bergerak menuju stasiun, halte, terminal, maupun lokasi penjemputan. Polisi ingin memastikan euforia kemenangan ataupun kekecewaan setelah pertandingan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan. Seluruh personel diminta mengedepankan langkah pencegahan selama menjalankan tugas.
Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan penyelenggara pertandingan dan pengelola kawasan GBK untuk mengatur arus manusia di dalam kompleks stadion. Pintu keluar dapat digunakan berdasarkan kondisi kepadatan sehingga tidak seluruh penonton terkonsentrasi pada satu akses. Informasi kepada suporter perlu disampaikan secara jelas melalui petugas maupun sistem pengeras suara agar mereka mengetahui jalur yang harus digunakan. Penempatan pembatas pada titik tertentu dapat membantu membentuk antrean dan mencegah pergerakan massa saling berlawanan. Tim kesehatan dan petugas darurat juga tetap disiagakan selama proses pengosongan stadion. Pengamanan baru dapat dikurangi setelah sebagian besar penonton meninggalkan kawasan dengan aman.
Perhatian juga diarahkan kepada rombongan The Jakmania yang datang menggunakan bus dari Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok, dan sejumlah wilayah lainnya. Kendaraan rombongan membutuhkan pengaturan khusus karena kapasitasnya besar dan dapat menimbulkan antrean apabila seluruh bus keluar dari area parkir bersamaan. Koordinator kelompok diharapkan memastikan anggotanya kembali menuju kendaraan sesuai titik yang telah ditentukan. Polisi dapat mengatur pelepasan kendaraan secara bergelombang berdasarkan kondisi lalu lintas di luar kawasan. Langkah tersebut diharapkan mengurangi kepadatan sekaligus mencegah rombongan terpisah selama perjalanan pulang. Suporter juga diminta tidak melakukan konvoi yang mengganggu pengguna jalan lainnya.
Pengguna transportasi umum menjadi kelompok lain yang diperkirakan bergerak dalam jumlah besar setelah pertandingan. Stasiun MRT, halte TransJakarta, serta fasilitas transportasi di sekitar Senayan berpotensi mengalami lonjakan penumpang dalam waktu singkat. Koordinasi diperlukan agar antrean tidak meluber hingga mengganggu lalu lintas maupun akses pejalan kaki. Penonton disarankan mengikuti jalur yang telah disiapkan dan tidak memaksakan diri masuk apabila kapasitas fasilitas sedang penuh. Petugas dapat melakukan pembatasan sementara untuk menjaga keselamatan penumpang. Kepulangan bertahap dari stadion diharapkan membuat beban transportasi umum tersebar dalam periode yang lebih panjang.
Rekayasa lalu lintas di sekitar GBK juga disiapkan secara situasional. Polisi dapat melakukan pengalihan maupun pembatasan kendaraan apabila terjadi peningkatan kepadatan yang dinilai menghambat pergerakan. Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, kawasan Senayan, serta sejumlah akses menuju kompleks olahraga menjadi titik yang perlu diperhatikan pengendara. Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan menuju stadion disarankan mempertimbangkan jalur alternatif ketika arus penonton sedang tinggi. Kebijakan lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi aktual sehingga tidak seluruh pengaturan harus diterapkan apabila situasi tetap lancar. Petugas di lapangan memiliki kewenangan mengarahkan kendaraan berdasarkan perkembangan kepadatan.
Selain pengaturan lalu lintas, polisi mengingatkan penonton tidak membawa benda yang dapat membahayakan orang lain. Pemeriksaan dilakukan sebelum masuk stadion untuk mencegah senjata tajam, petasan, flare, minuman keras, maupun barang terlarang lainnya masuk ke area pertandingan. Ketentuan tersebut juga berkaitan dengan keamanan ketika penonton meninggalkan stadion. Benda berbahaya dapat meningkatkan risiko ketika terjadi perselisihan atau kepadatan massa. Suporter diminta tidak melakukan provokasi, perusakan fasilitas, maupun tindakan yang mengganggu masyarakat. Rivalitas sepak bola diharapkan tetap berada dalam batas dukungan terhadap klub masing-masing.
Komunikasi antara The Jakmania dan Bobotoh di sejumlah daerah juga menjadi bagian dari upaya menjaga pertandingan tetap kondusif. Kedua kelompok suporter memiliki sejarah rivalitas yang panjang, tetapi berbagai pihak terus mendorong terciptanya hubungan yang lebih aman dan dewasa. Aparat meminta pendukung tidak terpancing provokasi yang beredar melalui media sosial sebelum maupun setelah pertandingan. Informasi yang belum jelas sebaiknya tidak langsung disebarluaskan karena dapat memicu reaksi kelompok lain. Koordinator suporter memiliki peran penting menyampaikan informasi resmi kepada anggota serta membantu aparat menjaga ketertiban. Keberhasilan pertandingan tanpa insiden akan menjadi modal penting bagi penyelenggaraan laga besar berikutnya.
Skema kepulangan bertahap yang disiapkan Polda Metro Jaya pada akhirnya bertujuan memastikan pertandingan Persija melawan Persib selesai dengan aman hingga seluruh penonton meninggalkan kawasan GBK. Pengamanan tidak berhenti ketika peluit akhir dibunyikan karena pergerakan puluhan ribu orang setelah pertandingan justru membutuhkan perhatian besar. Polisi akan mengatur akses keluar, kendaraan rombongan, transportasi umum, dan arus lalu lintas berdasarkan kondisi di lapangan. Suporter diminta bersabar apabila harus menunggu sebelum diperbolehkan meninggalkan titik tertentu. Kepatuhan terhadap arahan petugas akan membantu mengurangi risiko kepadatan, kecelakaan, maupun gesekan antarpenonton. Dengan koordinasi antara aparat, penyelenggara, pengelola stadion, dan kelompok suporter, duel Persija kontra Persib diharapkan berlangsung tertib sejak kedatangan penonton hingga perjalanan pulang.







