Jakarta, 7 September 2026 – Polisi menyelidiki dugaan penipuan terhadap sejumlah anak dari komunitas sepeda di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan modus menawarkan pembuatan konten promosi parfum untuk TikTok. Pelaku yang belum diketahui identitasnya disebut mendekati para korban dan menawarkan kesempatan tampil dalam konten dengan imbalan uang. Tawaran tersebut diduga digunakan untuk mendapatkan kepercayaan korban sebelum pelaku membawa kabur telepon seluler milik mereka. Polisi telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, termasuk mendatangi lokasi kejadian dan berusaha memeriksa rekaman kamera pengawas. Identitas pelaku serta kronologi lengkap peristiwa masih terus didalami sehingga seluruh dugaan dalam kasus ini belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti. Penyelidikan juga diarahkan untuk mengetahui perjalanan pelaku setelah meninggalkan lokasi bersama salah seorang korban.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menjelaskan penyelidikan dilakukan setelah kepolisian menerima informasi masyarakat mengenai dugaan penipuan terhadap anak-anak komunitas sepeda. Berdasarkan keterangan awal, orang tidak dikenal mendatangi kelompok tersebut dan menawarkan pembuatan konten iklan sebuah produk parfum. Konten itu disebut akan ditayangkan melalui TikTok sehingga tawaran tersebut terlihat seperti aktivitas promosi biasa. Pelaku kemudian menjanjikan bayaran sebesar Rp100 ribu kepada setiap anak yang bersedia mengikuti pembuatan konten. Iming-iming tersebut diduga membuat para korban percaya dan bersedia mengikuti arahan orang yang baru mereka kenal. Dalam proses itulah sejumlah barang milik korban kemudian diduga berpindah ke tangan pelaku.
Polisi menerima informasi bahwa sedikitnya dua telepon seluler milik anak-anak komunitas tersebut diduga dibawa kabur. Kasus menjadi semakin serius karena pelaku juga disebut membawa salah seorang anak menggunakan kendaraan setelah mendapatkan kepercayaan kelompok tersebut. Anak itu kemudian diturunkan di kawasan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan. Polisi masih mendalami apa yang terjadi selama perjalanan serta alasan pelaku membawa korban meninggalkan lokasi awal. Pemeriksaan terhadap korban menjadi penting untuk menyusun urutan kejadian secara lebih lengkap, termasuk interaksi pertama hingga pelaku meninggalkan kawasan Kebon Melati. Keterangan tersebut nantinya akan dicocokkan dengan bukti lain yang berhasil dikumpulkan penyidik.
Anggota Opsnal Reskrim Polsek Metro Tanah Abang telah mendatangi sebuah restoran di Jalan Plaju Nomor 5, Kelurahan Kebon Melati, untuk mencari rekaman kamera pengawas yang berpotensi merekam kejadian. CCTV di sekitar lokasi diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai wajah, pakaian, kendaraan, maupun arah perjalanan orang yang diduga sebagai pelaku. Namun, upaya awal untuk membuka rekaman belum memberikan hasil karena sistem kamera pengawas mengalami kendala. Polisi bersama petugas teknologi informasi restoran belum dapat mengakses rekaman akibat persoalan pada kode sandi. Kendala tersebut tidak menghentikan penyelidikan karena petugas masih mempunyai sejumlah titik lain yang dapat diperiksa. Rekaman visual tetap menjadi salah satu bukti penting untuk menguji keterangan para korban dan menelusuri pergerakan pelaku.
Selain CCTV di sekitar lokasi awal, penyidik berencana mengambil rekaman kamera pengawas di kawasan MRT. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan rute yang digunakan pelaku setelah meninggalkan tempat kejadian. Jakarta memiliki jaringan kamera pengawas di berbagai fasilitas transportasi dan ruang publik yang dapat membantu penyidik menyusun jejak perjalanan apabila waktu serta lokasi dapat ditentukan secara akurat. Setiap rekaman nantinya perlu diperiksa dengan mencocokkan ciri-ciri orang dan kendaraan berdasarkan keterangan korban. Polisi juga perlu memastikan apakah orang yang terekam merupakan individu yang sama dengan sosok yang mendekati komunitas sepeda. Penelusuran tersebut diharapkan dapat mempersempit pencarian terhadap pelaku yang hingga kini masih belum diketahui identitasnya.
Polisi juga telah menghubungi salah seorang korban bernama Amar untuk membuat laporan kepolisian agar penanganan kasus dapat dilanjutkan secara formal. Petugas selanjutnya berencana meminta keterangan korban lainnya, Kenzi, di kediamannya. Pemeriksaan para korban dibutuhkan untuk mengetahui secara rinci jumlah barang yang hilang, cara pelaku mendapatkan ponsel, serta percakapan yang berlangsung ketika tawaran pembuatan konten diberikan. Penyidik juga menyiapkan laporan polisi model A sebagai bagian dari proses penanganan perkara. Seluruh keterangan tersebut akan digunakan bersama bukti elektronik dan rekaman kamera pengawas apabila berhasil diperoleh. Polisi menegaskan penyelidikan masih berjalan dan belum memberikan kesimpulan mengenai identitas maupun jumlah orang yang terlibat.
Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah video mengenai rombongan pesepeda di sekitar BNI City dan Sudirman beredar luas di media sosial. Dalam informasi yang berkembang, sejumlah anak disebut menjadi korban setelah didekati pihak yang menawarkan pembuatan konten promosi parfum. Ada informasi di media sosial yang menyebut tiga telepon seluler dibawa pergi, sedangkan keterangan awal yang diterima kepolisian menyebut dua ponsel diduga dibawa pelaku. Perbedaan tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu diklarifikasi melalui pemeriksaan korban dan laporan resmi. Polisi juga memperoleh informasi bahwa para korban sempat diberikan kartu ATM yang diduga tidak dapat digunakan untuk mengambil uang sebagaimana dijanjikan. Detail mengenai kartu tersebut masih perlu diperiksa untuk mengetahui apakah memang menjadi bagian dari skenario untuk meyakinkan korban.
Modus menawarkan pekerjaan atau aktivitas sederhana dengan imbalan uang menjadi salah satu pola yang perlu diwaspadai masyarakat. Pelaku dapat menggunakan nama platform media sosial, promosi produk, pekerjaan paruh waktu, maupun pembuatan konten untuk menciptakan kesan bahwa tawaran yang diberikan merupakan aktivitas komersial biasa. Setelah mendapatkan kepercayaan, korban dapat diminta menyerahkan barang, mengirim uang, memberikan informasi pribadi, atau mengikuti arahan tertentu. Karena itu, tawaran dari orang yang tidak dikenal sebaiknya tidak langsung diterima hanya karena menjanjikan pembayaran dalam waktu cepat. Identitas pihak yang memberikan pekerjaan, perusahaan yang diwakili, dan mekanisme pembayaran perlu dipastikan terlebih dahulu. Kehati-hatian menjadi semakin penting apabila tawaran ditujukan kepada anak-anak yang belum memiliki pengalaman mengenali berbagai modus penipuan.
Peristiwa di Tanah Abang juga menjadi pengingat penting bagi orang tua dan komunitas untuk memberikan pemahaman mengenai keamanan ketika anak beraktivitas di ruang publik. Anak perlu mengetahui bahwa ponsel, kartu identitas, informasi rekening, kode OTP, kata sandi, dan barang berharga lainnya tidak boleh diserahkan kepada orang yang baru dikenal tanpa alasan yang jelas. Mereka juga sebaiknya tidak mengikuti orang asing menuju lokasi lain meskipun ditawari uang, hadiah, pekerjaan, atau kesempatan membuat konten. Apabila mendapatkan tawaran yang terlihat menarik, anak dapat diminta menghubungi orang tua atau pendamping terlebih dahulu sebelum memberikan persetujuan. Langkah sederhana tersebut dapat memberikan kesempatan untuk memeriksa identitas pihak yang menawarkan aktivitas. Pengawasan menjadi semakin penting ketika anak mengikuti kegiatan komunitas di kawasan ramai dengan banyak orang yang tidak dikenal.
Polsek Metro Tanah Abang kini melanjutkan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan korban dan menelusuri rekaman kamera pengawas di sejumlah titik. Identifikasi terhadap pelaku menjadi fokus utama agar dugaan penipuan tersebut dapat ditindaklanjuti berdasarkan bukti yang ditemukan. Polisi juga perlu memastikan jumlah korban dan barang yang hilang karena terdapat perbedaan antara informasi awal kepolisian dengan narasi yang beredar di media sosial. Kasus ini menunjukkan bagaimana tawaran sederhana untuk membuat konten dapat digunakan sebagai cara mendekati korban dan mendapatkan kepercayaan apabila dugaan tersebut nantinya terbukti. Masyarakat diharapkan tidak mudah tergiur imbalan dari pihak yang identitasnya tidak jelas, terutama apabila diminta menyerahkan barang berharga atau mengikuti orang tersebut ke tempat lain. Hingga proses penyelidikan selesai, polisi masih mendalami identitas pelaku, rangkaian kejadian, serta bukti yang dapat mengungkap secara utuh dugaan penipuan tersebut.





