Jakarta, 7 Mei 2026 – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan keprihatinannya setelah sebuah kapal milik perusahaan Prancis dilaporkan menjadi sasaran serangan di kawasan Selat Hormuz. Insiden tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap keamanan jalur pelayaran strategis di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Macron menegaskan pentingnya menjaga kebebasan dan keamanan navigasi internasional, terutama di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi energi dunia. Ia juga menyerukan agar seluruh pihak menahan diri demi mencegah eskalasi konflik yang dapat memperburuk stabilitas kawasan.
Serangan terhadap kapal dagang itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Jalur Selat Hormuz selama ini menjadi perhatian dunia karena dilalui sebagian besar pengiriman minyak dan gas internasional menuju berbagai negara.
Pemerintah Prancis menyatakan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan sekutu internasional untuk memastikan keselamatan awak kapal serta keamanan jalur perdagangan laut. Otoritas maritim juga disebut meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas kapal di kawasan rawan konflik tersebut.
Insiden ini menambah daftar gangguan keamanan maritim di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah kapal dagang sebelumnya juga dilaporkan mengalami ancaman serangan drone, rudal, maupun pembajakan yang diduga berkaitan dengan konflik regional.
Pengamat hubungan internasional menilai ketegangan di Selat Hormuz memiliki dampak besar terhadap ekonomi global karena kawasan tersebut menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Gangguan di wilayah itu berpotensi memengaruhi harga minyak internasional dan stabilitas pasar global.
Selain menyampaikan keprihatinan, Macron juga menegaskan dukungan Prancis terhadap upaya diplomasi internasional guna meredakan konflik di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, penyelesaian melalui dialog menjadi langkah penting untuk mencegah meluasnya krisis keamanan.
Sementara itu, perusahaan pemilik kapal dilaporkan tengah melakukan evaluasi keamanan operasional bagi armada yang melintasi kawasan Teluk. Sejumlah perusahaan pelayaran internasional juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perjalanan di jalur tersebut.
Komunitas internasional kini terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz dan berharap ketegangan tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang dapat mengganggu perdagangan global secara lebih luas.





