Banjarmasin, 20 September 2026 – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan terus melanjutkan operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Hingga perkembangan terbaru operasi SAR, sebanyak 123 orang masih dinyatakan belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal. Tim SAR gabungan telah menemukan 120 korban yang terdiri atas 108 orang selamat dan 12 orang meninggal dunia. Jumlah korban meninggal bertambah setelah penyelam kembali menemukan dua jasad di dalam badan kapal. Pencarian tetap difokuskan pada bagian dalam kapal sekaligus area permukaan laut di sekitar lokasi kecelakaan. Personel serta armada laut dan udara terus dikerahkan untuk memperluas operasi.

Dua korban terbaru ditemukan oleh penyelam Basarnas Special Group ketika melakukan pencarian bawah laut. Keduanya berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan dalam waktu berdekatan, masing-masing sekitar pukul 09.04 WITA dan 09.13 WITA. Posisi korban berada di dalam badan KM Virgo yang telah tenggelam di dasar laut. Setelah berhasil dikeluarkan, kedua jasad dievakuasi oleh tim SAR untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Helikopter HR 3601 kemudian membawa korban menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru. Dari lokasi tersebut, jenazah diserahkan untuk menjalani proses identifikasi di rumah sakit.

Operasi pencarian memasuki tahap yang semakin kompleks karena sebagian area di dalam kapal sulit dijangkau penyelam. Kondisi arus bawah laut, jarak pandang terbatas serta posisi badan kapal menjadi tantangan utama bagi tim. Penyelam harus menjalankan prosedur keselamatan ketat setiap kali memasuki bagian kapal yang tenggelam. Ruangan dan lorong di dalam kapal diperiksa secara bertahap untuk mencari kemungkinan keberadaan korban. Tim juga harus memperhatikan perubahan posisi maupun struktur kapal yang dapat membahayakan penyelam. Karena itu, setiap penyelaman dilakukan dengan perencanaan dan pengawasan dari permukaan.

Selain operasi bawah laut, pencarian dilakukan menggunakan kapal dan sarana udara untuk menyisir kawasan yang lebih luas. Pergerakan arus laut menjadi pertimbangan karena memungkinkan korban atau benda dari kapal terbawa menjauh dari lokasi tenggelam. Tim SAR menggunakan informasi kondisi cuaca dan arus untuk menentukan sektor pencarian yang dianggap memiliki kemungkinan terbesar. Koordinasi dilakukan antara Basarnas, TNI AL dan berbagai unsur lain yang terlibat dalam operasi. Kapal-kapal SAR tetap ditempatkan di sekitar lokasi untuk mendukung aktivitas penyelaman dan pencarian permukaan. Pemantauan dari udara juga digunakan untuk membantu mendeteksi objek yang sulit terlihat dari kapal.

Jumlah korban yang masih dicari mengalami perubahan seiring ditemukannya korban dalam beberapa hari terakhir. Pada tahap sebelumnya, tim SAR masih mencari 126 orang sebelum sejumlah korban berhasil ditemukan dari badan kapal. Penemuan tersebut memberikan petunjuk bahwa pencarian di bagian dalam KM Virgo perlu terus dioptimalkan. Tim penyelam pun menjadi salah satu unsur utama dalam operasi karena terdapat kemungkinan korban masih berada di sejumlah kompartemen kapal. Meski demikian, pencarian permukaan tidak dihentikan karena sebagian korban mungkin terbawa arus. Seluruh temuan selanjutnya akan segera dievakuasi dan diserahkan kepada tim terkait untuk proses identifikasi.

Operasi SAR akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan lapangan dan keselamatan seluruh personel yang terlibat. Basarnas menegaskan upaya maksimal tetap dilakukan untuk menemukan 123 orang yang hingga kini masih dalam pencarian. Keluarga korban juga terus menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka sejak KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan. Setiap perkembangan hasil pencarian akan digunakan untuk menentukan sektor dan strategi operasi berikutnya. Tim SAR berharap kondisi cuaca dan laut mendukung sehingga penyelaman serta penyisiran dapat berlangsung lebih optimal. Fokus utama saat ini tetap menemukan sebanyak mungkin korban sekaligus memastikan proses evakuasi dilakukan secara aman dan sesuai prosedur.