Jakarta, 30 Agustus 2026 – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Stella Christie mengajak mahasiswa Indonesia mempersiapkan kompetensi sejak dini untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin mengarah pada ekonomi hijau atau green job.
Menurut Stella, transformasi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan akan menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kemampuan baru. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu memahami isu lingkungan, teknologi, dan kebutuhan industri masa depan.
Stella menyampaikan hal tersebut saat berbicara kepada mahasiswa dalam sebuah kegiatan yang membahas kesiapan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi hijau. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis karena akan menjadi bagian dari angkatan kerja yang berhadapan langsung dengan perubahan tersebut.
Green Job Jadi Peluang Baru
Perkembangan ekonomi hijau diperkirakan membuka berbagai peluang pekerjaan baru. Lapangan kerja tersebut tidak hanya berkaitan langsung dengan lingkungan, tetapi juga mencakup sektor energi, teknologi, manufaktur, transportasi, pertanian, hingga jasa.
Pekerjaan ramah lingkungan membutuhkan kemampuan untuk menggabungkan keahlian profesional dengan pemahaman mengenai keberlanjutan. Perusahaan semakin membutuhkan tenaga kerja yang mampu membantu mengurangi dampak lingkungan sekaligus menjaga produktivitas dan efisiensi.
Stella mendorong mahasiswa untuk melihat perubahan tersebut bukan sebagai ancaman terhadap lapangan kerja konvensional, melainkan sebagai peluang untuk membangun karier baru.
Menurutnya, generasi muda perlu mulai memahami bagaimana perubahan iklim dan transisi ekonomi akan memengaruhi kebutuhan dunia kerja. Pengetahuan tersebut dapat menjadi modal untuk menentukan bidang keahlian yang relevan dengan perkembangan zaman.
Mahasiswa Perlu Tingkatkan Kompetensi
Stella juga mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas. Pengalaman praktis, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan bekerja lintas disiplin menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja.
Isu lingkungan saat ini semakin berkaitan dengan berbagai sektor. Karena itu, kemampuan memahami persoalan secara menyeluruh menjadi semakin dibutuhkan.
Mahasiswa dari bidang teknik, ekonomi, hukum, komunikasi, sosial, maupun bidang lainnya memiliki peluang untuk berkontribusi dalam transformasi ekonomi hijau. Yang membedakan adalah kemampuan mereka menghubungkan keahlian tersebut dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
Selain kemampuan teknis, keterampilan komunikasi dan kolaborasi juga menjadi modal penting. Perubahan menuju ekonomi hijau membutuhkan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Indonesia Butuh Talenta Hijau
Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi hijau karena memiliki sumber daya alam dan peluang investasi pada sektor energi bersih, konservasi, ekonomi sirkular, serta berbagai bidang berbasis keberlanjutan.
Namun, potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelolanya secara profesional. Ketersediaan talenta dengan kompetensi hijau menjadi salah satu faktor penting agar transformasi ekonomi dapat berjalan secara efektif.
Karena itu, perguruan tinggi juga memiliki peran dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan kebutuhan industri. Kurikulum dan kegiatan pembelajaran diharapkan dapat semakin dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi dunia usaha dan masyarakat.
Mahasiswa dapat mulai mempersiapkan diri dengan memperluas wawasan mengenai perubahan iklim, energi terbarukan, efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, serta teknologi ramah lingkungan.
Generasi Muda Jadi Kunci Transisi
Stella menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan Indonesia menghadapi perubahan menuju ekonomi rendah karbon. Mahasiswa saat ini nantinya akan menjadi profesional, pengusaha, peneliti, maupun pengambil kebijakan yang menentukan arah pembangunan.
Karena itu, kesiapan menghadapi green job perlu dibangun sejak berada di bangku perguruan tinggi. Kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar menjadi semakin penting karena jenis pekerjaan serta kompetensi yang dibutuhkan dapat berubah seiring perkembangan teknologi.
Transformasi ekonomi hijau juga diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk terlibat dalam penyelesaian persoalan lingkungan.
Dengan memperkuat kompetensi, memperluas pengalaman, dan memahami kebutuhan pembangunan berkelanjutan, mahasiswa Indonesia diharapkan mampu mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi hijau. Era green job pun bukan sekadar perubahan dalam dunia kerja, melainkan peluang bagi generasi muda untuk membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan.






