Jakarta, 29 Agustus 2026 – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan bahwa kawasan Indonesia Timur memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurut Ribka, wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya alam serta sumber daya manusia yang besar dan perlu dioptimalkan untuk mendukung pembangunan nasional. Pemanfaatan potensi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga harus mampu memperkuat daya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia Timur dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam perjalanan Indonesia menuju negara maju.
Ribka menyampaikan pandangan tersebut saat memberikan keynote speech dalam National Building Conference Tahun 2026 di Gedung Dome Harvest, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu, 29 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk mencapai target pembangunan jangka panjang, salah satunya melalui bonus demografi. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 286 juta jiwa menjadi kekuatan besar apabila kelompok usia produktif dapat memperoleh pendidikan, keterampilan, pekerjaan, dan kesempatan untuk berkontribusi secara optimal. Karena itu, pembangunan manusia harus berjalan seiring dengan pengembangan berbagai potensi ekonomi di setiap wilayah.
Menurut Ribka, bonus demografi tidak akan otomatis menjadi keuntungan bagi Indonesia apabila tidak dikelola dengan kebijakan yang tepat. Tingginya jumlah penduduk usia produktif perlu diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga mereka mampu menjadi tenaga kerja yang produktif dan memiliki daya saing. Pemerintah bersama pemerintah daerah perlu memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, pelatihan, serta kesempatan ekonomi yang memadai. Hal tersebut menjadi semakin penting bagi wilayah Indonesia Timur yang memiliki karakter geografis dan kondisi pembangunan yang berbeda dengan kawasan Indonesia lainnya.
Indonesia Timur memiliki kekayaan sumber daya alam yang cukup besar dan tersebar di berbagai provinsi. Potensi tersebut mencakup sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, pertambangan, energi, serta pariwisata. Namun, Ribka menekankan bahwa kekayaan alam tersebut harus dikelola dengan pendekatan yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pembangunan tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi atau investasi, tetapi juga harus menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat perekonomian lokal. Dengan demikian, sumber daya yang dimiliki daerah dapat menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Penguatan Indonesia Timur juga membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur. Kondisi geografis yang terdiri atas kepulauan, wilayah pegunungan, serta kawasan yang memiliki akses terbatas membuat pembangunan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri. Jalan, pelabuhan, bandara, jaringan telekomunikasi, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan perlu dikembangkan agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih mudah. Infrastruktur yang memadai juga dapat membuka akses terhadap pasar yang lebih luas sehingga produk dari wilayah Indonesia Timur tidak hanya dikonsumsi di daerah asal, tetapi memiliki peluang untuk dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia maupun luar negeri.
Ribka juga menilai pembangunan di Indonesia Timur harus didukung tata kelola pemerintahan yang baik. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menerjemahkan kebijakan nasional menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Perencanaan pembangunan harus dilakukan berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan sehingga anggaran serta program pemerintah dapat diarahkan kepada sektor yang benar-benar membutuhkan. Tata kelola yang transparan dan efektif juga diperlukan agar potensi daerah dapat dikelola secara optimal serta memberikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Selain pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas manusia menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan Indonesia Timur. Pendidikan yang berkualitas diperlukan agar generasi muda di wilayah tersebut mampu mengambil kesempatan dari perkembangan industri dan teknologi. Begitu pula dengan layanan kesehatan yang memadai karena kualitas kesehatan masyarakat berpengaruh langsung terhadap produktivitas. Pemerintah perlu memastikan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah terpencil, tertinggal, terdepan, dan terluar. Pemerataan tersebut akan membantu mengurangi kesenjangan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional.
Ribka juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mendukung berbagai program prioritas nasional yang menjadi bagian dari agenda pembangunan pemerintah. Menurutnya, pencapaian Indonesia Emas tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah pusat karena pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, serta berbagai kelompok sosial memiliki peran masing-masing. Sinergi antara berbagai pihak diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan secara konsisten dari tingkat pusat hingga daerah. Keterlibatan masyarakat juga penting karena pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi warga sebagai penerima manfaat sekaligus pelaku pembangunan.
Kawasan Indonesia Timur juga memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Sektor kelautan dan perikanan, misalnya, dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas produksi, pengolahan hasil, hingga perluasan akses pasar. Begitu pula dengan sektor pariwisata yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang beragam. Pengembangan sektor-sektor tersebut perlu dilakukan dengan tetap menjaga lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati oleh pihak tertentu. Pendekatan berbasis potensi daerah dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Pembangunan Indonesia Timur pada akhirnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mencapai Indonesia Emas 2045. Pemerataan pembangunan, pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kualitas manusia, penguatan infrastruktur, serta perbaikan tata kelola pemerintahan perlu dilakukan secara bersamaan. Ribka menilai kawasan Indonesia Timur memiliki modal yang besar untuk mengambil peran lebih kuat dalam pembangunan nasional apabila seluruh potensinya dapat dikelola secara tepat. Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta keterlibatan masyarakat dan dunia usaha, Indonesia Timur diharapkan tidak hanya menjadi wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya, tetapi juga menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045.






