Jakarta, 2 Juni 2026 – Istana Kepresidenan menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan berjalan meskipun terjadi pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah memastikan perubahan pada posisi Kepala BGN tidak akan mengubah komitmen terhadap salah satu program prioritas nasional tersebut yang selama ini menjadi bagian penting dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengganti Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN dan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai penggantinya. Istana menilai pergantian pejabat merupakan bagian dari evaluasi dan penyempurnaan tata kelola program, bukan penghentian kebijakan yang sedang berjalan.
Menurut pemerintah, MBG tetap menjadi program strategis yang ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya. Selama ini, program tersebut telah dijalankan melalui ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah dan menjangkau jutaan penerima manfaat.
Pemerintah juga menekankan bahwa keberlangsungan MBG tidak bergantung pada satu individu, melainkan pada sistem dan kebijakan negara yang telah ditetapkan. Karena itu, pergantian pimpinan di BGN diharapkan justru dapat memperkuat pelaksanaan program melalui peningkatan koordinasi, pengawasan, dan efektivitas operasional di lapangan.
Dengan adanya kepemimpinan baru di BGN, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh target program tetap tercapai sesuai rencana. Istana berharap transisi kepemimpinan dapat berlangsung lancar sehingga layanan kepada masyarakat tidak terganggu dan Program Makan Bergizi Gratis terus memberikan manfaat bagi penerima di seluruh Indonesia.





