Kepolisian Daerah Metro Jaya kembali mencetak prestasi besar dalam perang melawan narkoba. Dalam operasi gabungan sepanjang Juli hingga Agustus 2025, polisi berhasil membongkar sindikat internasional dan menyita 47 kilogram sabu dari tangan tujuh tersangka. Jaringan ini diduga menyuplai sabu dari Iran dan Tiongkok dengan jalur masuk melalui Malaysia.
Barang bukti narkoba ditemukan dalam kemasan teh asal China berwarna emas yang disamarkan dalam mobil dengan kompartemen tersembunyi. Modus ini disebut sudah lama digunakan untuk mengecoh aparat, namun kali ini berhasil dibongkar berkat kerja sama intelijen. Kapolda Metro Jaya menegaskan, “Ini bukti bahwa sindikat internasional masih menjadikan Indonesia pasar empuk, tetapi kami tidak akan lengah.”
Tujuh tersangka, yang terdiri dari kurir dan koordinator lapangan, kini ditahan untuk proses hukum. Mereka dijerat pasal berlapis Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. Polisi juga tengah memburu aktor intelektual yang diduga masih berada di luar negeri.
Kasus ini memicu keprihatinan mendalam karena jumlah barang bukti cukup besar, setara dengan ratusan ribu dosis yang bisa merusak generasi muda. Aktivis anti-narkoba mengapresiasi keberhasilan polisi, namun mengingatkan bahwa pencegahan tetap harus diperkuat. “Tanpa upaya edukasi dan rehabilitasi, masalah narkoba tidak akan pernah selesai,” ujar seorang aktivis.
Publik berharap pengungkapan ini bisa menjadi peringatan keras bahwa Indonesia masih menjadi incaran sindikat narkoba internasional. Aparat diminta untuk meningkatkan pengawasan di semua jalur masuk, baik laut, darat, maupun udara.