Temukan Air Lagi, NASA Makin Yakin Akan Bisa Bangun Pangkalan di Bulan -  Tribunjateng.com

NASA telah mengonfirmasi penemuan air di permukaan Bulan, khususnya di area kutub selatan yang selama ini dianggap tidak mungkin memiliki air. Penemuan ini membuka peluang baru untuk eksplorasi manusia yang berkelanjutan di Bulan dan Mars.

Penemuan Air di Permukaan Bulan

Pada tahun 2020, menggunakan data dari Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA), NASA mengidentifikasi molekul air (H₂O) di permukaan Bulan yang terkena sinar matahari. Temuan ini menunjukkan bahwa air dapat tersebar di seluruh permukaan Bulan, bahkan di area yang terang, dan tidak hanya terkonsentrasi di area gelap yang dingin. NASA Science

Eksplorasi Kutub Selatan Bulan

NASA berencana untuk mengirimkan misi ke kutub selatan Bulan melalui program Artemis. Area ini menarik perhatian karena adanya kawah yang selalu berada dalam bayangan, yang mungkin menyimpan es air dalam jumlah besar. Misi seperti Polar Resources Ice Mining Experiment-1 (PRIME-1) bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengekstraksi es air dari regolith Bulan untuk mendukung keberlanjutan eksplorasi manusia. The Times+3NASA+3NASA+3

Tantangan dan Peluang

Meskipun penemuan ini menjanjikan, tantangan teknis seperti ekstraksi dan pemurnian air di lingkungan Bulan yang ekstrem masih harus diatasi. Namun, keberadaan air di Bulan dapat menyediakan sumber daya penting untuk kehidupan manusia, seperti air minum, oksigen, dan bahan bakar roket. Hal ini menjadikan eksplorasi Bulan sebagai langkah awal yang penting menuju misi manusia ke Mars.

Kesimpulan

Penemuan air di permukaan Bulan, terutama di kutub selatan, merupakan langkah signifikan dalam upaya eksplorasi luar angkasa. Dengan adanya sumber daya ini, NASA dan mitranya dapat merencanakan misi yang lebih ambisius, termasuk pembangunan pangkalan manusia di Bulan dan perjalanan ke Mars.