
Los Angeles – Jakarta – Penyanyi internasional asal Indonesia, Agnez Mo, kembali menjadi sorotan dunia setelah secara resmi meluncurkan Agnezverse, sebuah platform digital revolusioner yang menggabungkan musik, fashion, gaya hidup, dan teknologi berbasis Web3. Peluncuran ini dilakukan secara global melalui konferensi pers virtual yang dihadiri oleh media dari lebih dari 15 negara.
Agnezverse bukan sekadar proyek komersial biasa. Ini adalah hasil dari visi Agnez untuk menciptakan ruang kreatif bagi para seniman dan penggemar, di mana interaksi tidak lagi terbatas hanya pada konser atau media sosial, tetapi juga melalui dunia digital terdesentralisasi seperti NFT, metaverse, dan virtual experience.
Satu Langkah di Depan: Dari Pop Star Menjadi Teknologi Visioner
Agnez Mo, yang selama ini dikenal sebagai ikon musik pop Indonesia dan Asia yang telah menembus pasar Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa Agnezverse merupakan buah pemikirannya selama pandemi. Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa seniman perlu ruang yang lebih luas untuk mengekspresikan identitas, tanpa batasan industri.
“Agnezverse adalah bukan hanya tentang saya. Ini tentang kita—semua kreator, fans, desainer, musisi, gamer, dan siapapun yang ingin punya panggungnya sendiri di dunia digital yang bebas dan aman,” ujar Agnez dalam konferensi tersebut.
Dengan menggandeng sejumlah startup Web3 dan pengembang metaverse asal Korea Selatan, Jepang, dan Amerika, Agnezverse menghadirkan pengalaman unik bagi penggemar. Pengguna bisa:
-
Membeli dan menukarkan NFT eksklusif dari koleksi fashion Agnez.
-
Menghadiri konser virtual di dunia metaverse menggunakan avatar.
-
Mengakses konten interaktif seperti diary digital, unreleased songs, hingga sesi Q&A pribadi.
-
Mengikuti kontes kolaboratif bagi desainer dan musisi muda untuk tampil di dalam platform.
Kolaborasi Internasional dan Kejutan Album Baru
Dalam kesempatan yang sama, Agnez juga mengumumkan bahwa album barunya yang bertajuk “REB3L” akan dirilis eksklusif di Agnezverse selama 3 bulan sebelum tersedia di platform streaming lain seperti Spotify dan Apple Music. Album tersebut merupakan eksplorasi musikal baru yang memadukan R&B futuristik, trap Asia, dan spoken poetry digital.
Beberapa nama besar tercatat berkolaborasi di album ini, seperti:
-
Anderson .Paak
-
Rich Brian
-
Doja Cat (rumored)
-
Produser musik asal Swedia, Max Martin
Kolaborasi ini menandakan peningkatan skala internasional Agnez dan menjadi yang pertama dari artis Asia Tenggara yang merilis album eksklusif berbasis Web3 dengan sistem pembagian royalti transparan.
Respons Dunia dan Media Global
Tak lama setelah peluncuran, nama Agnez Mo dan Agnezverse menduduki trending topic global di Twitter dan X dengan lebih dari 2 juta mention dalam 8 jam pertama. Media internasional seperti Billboard, Rolling Stone, Forbes, dan TechCrunch memberikan ulasan positif terhadap inovasi ini.
Billboard menulis:
“Agnez Mo is now not just a music star, but a cultural architect. Agnezverse may redefine how we connect with art in the digital age.”
Sementara itu, Forbes menyebut langkah Agnez sebagai kombinasi cerdas antara industri kreatif dan teknologi masa depan yang masih jarang disentuh oleh selebriti Asia.
Dukungan Artis Tanah Air dan Pemerintah
Di tanah air, sejumlah artis seperti Maudy Ayunda, Isyana Sarasvati, Reza Rahadian, dan Reza Arap memberikan dukungan terbuka atas inisiatif Agnez. Tak ketinggalan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyatakan bahwa Agnezverse adalah contoh nyata bagaimana digitalisasi dapat membawa industri hiburan Indonesia ke panggung global.
“Agnez Mo kembali membuktikan bahwa Indonesia memiliki talenta kelas dunia yang tak hanya tampil, tapi juga menciptakan panggungnya sendiri,” ujar Sandiaga melalui siaran pers.
Arah Masa Depan: Agnezverse di Pendidikan dan Aktivisme
Tak berhenti di dunia hiburan, Agnezverse juga akan mengembangkan fitur edukasi dan sosial. Agnez menyampaikan bahwa ia tengah bekerja sama dengan beberapa LSM untuk menggunakan platform ini sebagai medium edukasi interaktif tentang isu kesehatan mental, kekerasan terhadap perempuan, dan kebebasan berekspresi.
“Ini bukan soal teknologi. Ini tentang bagaimana teknologi bisa menyembuhkan, menguatkan, dan menghubungkan,” tutup Agnez.
Penutup
Peluncuran Agnezverse tak hanya menunjukkan transformasi Agnez Mo dari seorang artis menjadi pemimpin inovasi budaya digital, tapi juga membuka jalan bagi kreator-kreator dari Asia untuk mendobrak batas lama dunia hiburan. Dengan perpaduan seni, teknologi, dan jiwa pemberdayaan, Agnezverse siap menjadi salah satu platform paling berpengaruh dari Asia di era Web3.