Seorang pendaki asal Brasil bernama Juliana Cardoso dilaporkan tewas saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Wanita berusia 28 tahun itu mengalami kecelakaan tragis di tengah perjalanan menuju puncak, memicu upaya evakuasi besar-besaran dari tim SAR dan petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Menurut informasi dari Balai TNGR, Juliana bergabung dalam rombongan kecil bersama pendaki asing dan pemandu lokal. Namun, saat mendaki pada ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut, ia dilaporkan terpeleset dan terjatuh di jalur berbatu terjal.
“Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami luka serius di bagian dada serta kepala. Tim medis yang menyertai menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum sempat dievakuasi ke bawah,” ujar Koordinator Pos SAR Sembalun, Made Wirata.
Evakuasi jenazah dilakukan dengan penuh tantangan, mengingat kondisi jalur yang licin akibat hujan serta minimnya akses kendaraan di medan pegunungan. Setelah lebih dari enam jam, tim berhasil menurunkan jenazah ke pos pendakian Sembalun dan membawanya ke RSUD Lombok Timur untuk dilakukan autopsi.
Pihak kedutaan Brasil di Indonesia telah dihubungi untuk proses pemulangan jenazah. Mereka juga sedang mengoordinasikan bantuan bagi keluarga korban di Brasil.
Juliana dikenal sebagai pendaki berpengalaman yang telah menjelajahi berbagai gunung di Amerika Selatan dan Asia Tenggara. Perjalanan ke Gunung Rinjani merupakan bagian dari ekspedisi pribadi yang ia dokumentasikan melalui media sosial. Dalam unggahan terakhirnya, ia menulis: “Rinjani, aku datang untuk melihat matahari dari atap Lombok.”
Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan dalam mendaki gunung, terutama bagi pendaki asing yang belum sepenuhnya mengenal karakteristik medan di Indonesia.
Pihak TNGR mengimbau seluruh pendaki agar selalu menggunakan jasa pemandu resmi dan memperhatikan kondisi cuaca serta kesehatan sebelum memulai perjalanan.