Jakarta, 20 Juli 2025 – Sebuah kisah unik dan mengundang tawa datang dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di mana rombongan pengantin asal Pemalang nyasar ke lokasi pernikahan yang salah akibat kesalahan dalam berbagi lokasi digital. Kejadian ini menjadi viral setelah video kejadian tersebut beredar luas di media sosial.Kompas.tv+2Brilio+2Detik News+2
Kejadian yang Mengundang Tawa
Pada Minggu, 4 April 2021, rombongan pengantin dari Pemalang berangkat menuju Dusun Losari, Desa Losari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, untuk menghadiri resepsi pernikahan Amalia Nur Fitri dan Irvan Bagus Santoso. Namun, karena kesalahan dalam berbagi lokasi digital, rombongan tersebut malah tiba di Dusun Jengkol, yang juga berada di Desa Losari, namun berbeda dusun. Kebetulan, di dusun tersebut juga sedang berlangsung acara lamaran pasangan Maria Ulfa dan Burhan Sidqi.Detik News+1Kompas.tv+1
Rombongan yang telah membawa seserahan dan barang-barang pernikahan lainnya langsung disambut oleh tuan rumah dan bahkan sempat berfoto dengan backdrop acara. Namun, kebingungan muncul ketika tidak ada yang mengenal mereka, dan setelah ditanya, mereka mengaku berasal dari Pemalang. Setelah disadari bahwa mereka berada di lokasi yang salah, rombongan tersebut pun pamit dan melanjutkan perjalanan ke lokasi pernikahan yang sebenarnya.BorobudurNews+4Detik News+4Kompas.tv+4Kompas.tv+1Detik News+1
Reaksi Warganet
Video kejadian ini langsung viral dan mendapat berbagai komentar dari warganet. Banyak yang merasa terhibur dan menganggap kejadian ini sebagai momen lucu di tengah kesibukan persiapan pernikahan. Beberapa warganet bahkan membandingkan kejadian ini dengan pengalaman mereka sendiri yang pernah tersasar karena kesalahan dalam berbagi lokasi digital.
Pelajaran dari Kejadian Ini
Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya komunikasi yang jelas dan verifikasi lokasi sebelum menuju ke suatu tempat, terutama dalam acara penting seperti pernikahan. Meskipun teknologi telah memudahkan kita dalam berbagi informasi, tetap diperlukan kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan yang bisa berujung pada kebingungan.