Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza mencapai titik kritis pada Juli 2025, dengan hampir seluruh populasi menghadapi ketidakamanan pangan yang ekstrem. Menurut laporan dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC), dua dari tiga indikator kelaparan—konsumsi pangan ekstrem dan malnutrisi akut pada anak di bawah lima tahun—telah terlampaui, menempatkan Gaza pada ambang kelaparan massal. Antara News+3Antara News+3Antara News+3Wikipedia+5TIME+5The Washington Post+5
Lebih dari 500.000 warga Gaza, termasuk anak-anak dan ibu hamil, kini berada dalam kondisi malnutrisi akut. Di Gaza City, hampir satu dari lima anak di bawah lima tahun menderita malnutrisi akut, dengan lebih dari 5.000 anak dirawat rawat jalan pada dua minggu pertama Juli. Namun, fasilitas perawatan yang ada sudah melebihi kapasitas dan kekurangan pasokan vital.
Penyebab utama dari krisis ini adalah blokade yang diberlakukan Israel sejak awal 2024, yang membatasi masuknya bantuan kemanusiaan. Meskipun ada upaya untuk membuka jalur bantuan, distribusinya tetap tidak memadai dan sering kali kacau, dengan harga pangan yang melonjak tajam. Selain itu, infrastruktur kesehatan yang rusak parah dan kekurangan bahan bakar memperburuk situasi. Antara News+1The Cut+1
Organisasi-organisasi kemanusiaan, termasuk WHO, UNICEF, dan Save the Children, mendesak agar akses bantuan dibuka tanpa hambatan, dan menyerukan gencatan senjata untuk memungkinkan distribusi bantuan yang efektif. Namun, hingga kini, respons internasional masih terbatas dan sering kali terhambat oleh politik dan logistik. TIME
Kehidupan anak-anak di Gaza sangat terancam. Banyak yang menderita dehidrasi dan malnutrisi akut, dengan beberapa di antaranya meninggal sebelum mendapatkan perawatan medis. Situasi ini menuntut perhatian dan tindakan segera dari komunitas internasional untuk mencegah bencana kemanusiaan yang lebih parah. Al Jazeera
Krisis ini merupakan peringatan keras akan pentingnya akses bantuan kemanusiaan yang tidak terhambat dan perlindungan terhadap hak-hak sipil di tengah konflik. Tanpa tindakan konkret, ancaman kelaparan massal dan penderitaan berkepanjangan akan terus menghantui Gaza.